Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana, Hadiri Peringatan Waisak 2562TB-2018 di Candi Blandongan

INDONESIASATU.CO.ID:

KARAWANG - Bupati Karawang dr. Hj. Cellica Nurrachadiana bersama unsur Forkopimda hadir dalam acara Puja Bakti Waisak 2562TB (2018) di halaman Candi Jiwa dan Candi Blandongan Desa Segaran Kecamatan Batu Jaya, Kab. Karawang, Minggu, (1/7). Hadir dalam kesempatan tersebut Dirjen Binmas Budha Kementrian Agama RI, Organisasi Umat Budha, Kepala Kemenag, Ketua MUI serta FKUB Kab.Karawang.

Untuk ketigakalinya, perayaan Waisak digelar di Candi Blandongan, Kompleks Percandian Candi Jiwa, Desa Segaran, Kecamatan Batujaya Karawang. Perayaan Waisak 2562 tahun 2018 ini menitik beratkan untuk merawat kebhinekaan.

Peringatan Puja Bakti Waisak tersebut mengambil tema "Memantapkan Praktik Dharma Untuk Merawat Kebhinekaan Waisak Bersama Jawa Barat 2018". Hari Raya Waisak dalam kalangan umat Budha sering disebut dengan Trisuci Waisak, nama tersebut dilandasi oleh tiga peristiwa penting yang semuanya terjadi di bulan Vesakha yang bersamaan dengan hadirnya bulan purnama, diantaranya pertama kelahiran Pangeran Sidharta, kedua mencapai Penerangan Sempurna dan ketiga Parinibbana.
Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana berharap perayaan Waisak menjadi momentum merawat kebhinekaan, kebersamaan, dan toleransi antar umat beragama. Di mana masyarakat berbaur bersama merayakan Waisak.

Dengan adanya toleransi, kata bupati, akan tercipta kebahagiaan antar sesama makhluk. "Indahnya toleransi, hidup saling berdampingan, dan saling mengasihi akan menciptakan indahnya kehidupan," ujar bupati.

Dalam hal tersebut Bupati Karawang mengajak kepada seluruh element masyarakat agar senantiasa menjaga keharmonisan dalam bermasyarakat guna menciptakan lingkungan yang aman dan bersahaja baik di tingkat nasional hingga Kabupaten khususnya Karawang. Tidak lupa juga beliau berpesan jangan sampai terpecah belah kesatuan dan persatuan antar umat beragama, dan jangan sampai dihasut oleh oknum oknum yang ingin memecah keharmonisan antara kita umat beragama khususnya di Kabupaten Karawang. Karena, mengingat negara Indonesia ini sedang menginjak tahun politik dimana Pilgub, Pilpres, Pileg, dan Pilkada akan dirasakan oleh seluruh warga negara Indonesia.

Bupati Cellica mengungkapkan, perayaan tersebut merupakan Waisak ketiga yang digelar di Kompleks Percandian Candi Jiwa, Kecamatan Batujaya, dan ke-11 kalinya digelar di Kabupaten Karawang.

"Setiap tahun saya selalu hadir dalam merayakan Waisak. Kami atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang mengucapkan selamat Hari Waisak," ujarnya.
Pemkab Karawang, lanjutnya, telah membebaskan seluas satu hektar tanah untuk memperlebar akses menuju Kompleks Percandian Candi Jiwa. Nantinya, jalan tersebut akan langsung menghubungkan Museum Candi Jiwa dan Kompleks Percandian Candi Jiwa.

"Insya Allah nanti jalannya lebih lebar dan dipinggirnya ada taman-taman," tambahnya.

Tujuannya, selain untuk mempermudah akses dan mengembangkan destinasi wisata sejarah di Kompleks Percandian Candi Jiwa, juga agar perayaan Waisak tahun berikutnya lebih baik.

"Perayaan yang mengangkat kearifan budaya lokal tentunya patut diapresiasi," katanya.

Kepala Kementerian Agama Kabupaten Karawang Sopyan mengatakan, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Karawang berupaya senantiasa menciptakan suasana kondusif. Oleh karenanya, dalam setiap perayaan pihaknya menyarankan FKUB untuk hadir.

"Seperti kemaren Idul Fitri, umat beragama lain turut hadir. Begitu juga saat ini (perayaan Waisak), semua (umat) agama hadir," ungkapnya.
Bahkan, untuk mempererat kebersamaan dan toleransi antar umat beragama, FKUB menggelar pertemuan rutin setiap dua bulan. "Pertemuan ini diawali saat bulan Ramadhan kemarin," tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Karawang bersama unsur Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Karawang dan TNI-POLRI Karawang sudah siap serta menyatakan sikap untuk mewujudkan situasi di wilayah Karawang aman dan kondusif antar umat beragama. (*)

  • Whatsapp

Berita Terkait

Berita Terpopuler

Index Berita